BAGIKAN
Tarian merebut istri dilakukan pada malam hari (Pulse Business Insider)

Ada sekitar 3.000 suku di Afrika dengan 2.000 bahasa yang digunakan berbeda. Sementara ada sebagian suku yang telah punah, beberapa di antaranya yang masih bertahan mungkin saling membaur. Dengan kekayaan keanekaragaman budaya ini, tidaklah mengherankan jika Afrika memiliki keragaman tradisi yang mempesona dan terkadang unik.

Dilansir dari Pulse tulisan Inemest Udodiong, ada juga berbagai praktik yang sudah ditinggalkan, seperti pembunuhan anak kembar di Nigeria. Namun ritual-ritual tertentu yang lainnya masih tetap terpelihara sepertu lima tradisi seksual yang masih dipraktikkan di Afrika sebagai berikut:

1. Pembersihan Seksual

Kebiasaan populer ini dipraktikkan di pedesaan Malawi, Zambia, Kenya, dan negara-negara Afrika lainnya. Secara lokal disebut sebagai “Kusasa Fumbi,”. Adat ini meliputi seorang wanita yang melakukan hubungan seks tanpa kondom, dengan seorang pria yang disebut “hyena.” Orang ini bisa saja seorang pria pekerja seks profesional, calon suami yang dipilih, saudara ipar janda atau seseorang yang dibayar oleh keluarga dari wanita itu.

Paraktik ini dilakukan pada tiga kesempatan berbeda : seorang gadis yang pertama kalinya menstruasi, seorang istri yang kehilangan suaminya, atau setelah aborsi.




Kebiasaan tradisional ini dimaksudkan untuk membantu remaja perempuan menjadi seorang istri yang baik.

2. Okujepisa Omukazendu

Dalam upaya untuk membina hubungan dan persetujuan, seorang pria memberikan istrinya kepada tamunya untuk semalam, sementara ia sendiri tidur di tempat lain.

Praktik ini dilakukan oleh orang-orang Himba, orang pribumi, yang melakukan poligami dan tinggal di bagian utara Namibia, Kunene Region dan Kunene Sungai di Angola.

3. Uji Keperawanan

Terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah Afrika Selatan untuk melarang praktik ini, namun uji keperawanan tetap cukup populer.

Seperti namanya, keperawanan seorang gadis diuji oleh seorang penguji keperawanan yang memenuhi berbagai persyaratan. Penguji akan membawanya ke sebuah ruangan terisolasi di mana  sang gadis berbaring dengan kedua kakinya terbuka lebar.

Penguji kemudian mulai menggunakan tangan kosongnya untuk membuka bagian pribadinya untuk melihat apakah selaput daranya masih utuh. Jika dinyatakan masih perawan, gadis itu akan mendapatkan sertifikat keperawanan dan hanya dengan demikian dia diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam upacara Umhlanga atau Reed Dance.

Ini adalah sebuah acara tahunan masyarakat Zulu yang digelar selama delapan hari yang menarik bagu kebanyakan wanita lajang untuk berpartisipasi dalam acara tersebut. Pakaian tradisional yang dikenakan termasuk manik-manik, gelang kaki, gelang, kalung, dan ikat pinggang berwarna-warni. Mereka menari dengan dada telanjang untuk raja mereka sambil membawa buluh panjang.

Penguji keperawanan menunggu untuk melakukan tesnya, (Pulse Business Insider)

4. Uji Kemampuan

Dilakukan oleh suku Banyankole di Uganda, adalah sejenis praktik yang mirip dengan uji keperawanan, namun khusus bagi pria yang akan menjadi calon pengantin.

Prkatik ini membutuhkan seorang bibi dari mempelai wanita untuk memastikan kemampuan seorang calon suami untuk benar-benar berhubungan seks dengan sang bibi tersebut. Pengantin hanya diperbolehkan untuk menyelesaikan pernikahan mereka jika calaon mempelai prianya dinyatakan lulus.

Pengujian ini mungkin juga meliputi para bibi yang menyaksikan atau mendengarkan pengantin baru itu, ketika melakukan hubungan seksualnya.

5. Merebut Istri

Ritual tahunan ini dipraktekkan oleh suku Wodaabe dari Niger. Kelompok etnis ini dapat ditemukan di bagian utara Nigeria, Kamerun timur laut, wilayah barat Republik Afrika Tengah dan Chad barat daya.

Berdasar keyakinan yang dianut, bahwa jika seorang wanita memiliki kekuatan seksual, maka mereka diizinkan untuk melakukan aktivitas seksualnya dengan pria selain suaminya sendiri selama tujuh hari upacara.




Selama berlangsungnya acara, para pria menyamar dengan riasan tebal dan bulu-bulu merak saat mereka memperagakan barang-barang mereka di depan para wanita. Mereka juga melakukan tarian perkawinan yang spektakuler.

Ketika sang wanita melihat apa yang disukainya, sang wanita menentukan pilihannya dengan berjalan menghampiri seorang pria dan menepuk pundaknya. Jika dia menyukainya, pria yang terpilih diizinkan untuk merebutnya dari suaminya, hanya untuk selama periode yang telah ditentukannya.