BAGIKAN
(Victor Freitas/Unsplash)
(Victor Freitas/Unsplash)

Anda melakukannya! Anda berolahraga, mendapatkan semua manfaat dari olah tubuh yang telah tertanam di kepala anda.

Dan anda terus mengayuh sekuat tenaga anda atau berlari seperti sedang dikejar oleh kawanan zombie. Dan anda merasa telah berhasil, merasa bersemangat, hingga… perut anda mulai terasa mual. Anda bahkan mungkin merasa pusing. Perasaan pencapaian yang tadi anda rasakan telah berubah menjadi penderitaan ketika anda mulai mengatasi rasa mual setelah berolahraga.

Mual akibat berolahraga cukup umum terjadi, masalah gastrointestinal (GI) yang dipicu oleh aktivitas olahraga secara umum mungkin mempengaruhi hingga 90 persen atlet endurance (ketahanan fisik).

Jadi, mengapa hal ini bisa terjadi dan, yang lebih penting, bagaimana cara menghindari hal tersebut?

Penyebab: tuntutan untuk bersaing

Ketika anda berolahraga, otot-otot skeletal di kaki dan lengan anda akan berkontraksi. Untuk dapat bekerja dengan efisiensi yang maksimal, otot-otot tersebut membutuhkan oksigen. Jadi, otot-otot jantung anda juga ikut berkontraksi, meningkatkan aliran darah ke tubuh anda. Molekul-molekul hemoglobin di dalam sel-sel darah merah anda membawa oksigen ke otot-otot anda yang sedang bekerja.

Untuk memaksimalkan jumlah darah yang dihantarkan ke otot-otot yang aktif tersebut, tubuh anda mengalihkan aliran darah dari area-area yang tidak aktif, seperti pada pencernaan anda. Pengalihan ini diawasi oleh bagian dari sistem saraf anda yang menjalankan mekanisme ‘fight or flight” (lawan atau lari). Dikenal dengan sistem saraf simpatik, yang menyebabkan beberapa pembuluh darah menjadi menyempit, membatasi jumlah aliran darah. Anda tidak secara sadar mengontrol proses tersebut, kondisi ini dikenal dengan vasokonstriksi.

Otot-otot skeletal anda yang berkontraksi memiliki kemampuan khusus untuk menjaga aliran darah. Otot-otot tersebut mampu mencegah terjadinya vasokonstriksi yang membantu mengalihkan aliran darah dari area-area yang tidak aktif di tubuh anda.

Pencegahan ini memengaruhi sistem saraf simpatik yang menyebabkan terjadinya “simpatolisis fungsional”. Seorang ahli fisiologis seperti saya masih terus berusaha untuk memahami mekanisme spesifik yang menyebabkan hal ini terjadi.

Jadi, mengapa pembatasan aliran darah ke pencernaan menyebabkan rasa tidak nyaman?

Hal ini berhubungan dengan iskemia, atau kurangnya aliran darah ke organ tertentu yang memberikan efek yang beragam. Kondisi ini dapat merubah kemampuan sel untuk menyerap makan yang telah dicerna dan bagaimana makanan yang telah dipecah bisa masuk ke dalam usus. Secara keseluruhan, perubahan ini menyebabkan rasa tidak nyaman yang mungkin anda sering rasakan.

Kurangnya aliran darah secara khusus memberikan masalah jika sistem pencernaan sedang aktif mencerna dan menyerap nutrisi makanan, alasan utama mengapa rasa mual akibat berolahraga akan dirasakan semakin parah jika anda baru saja makan sebelum berolahraga, khususnya apabila makanan yang anda santap sebelum berolahraga mengandung banyak lemak dan karbohidrat konsentrat.

Obatnya: pengaturan dan perubahan

Olahraga menjadi tidak menyenangkan apabila setelahnya anda merasakan kram di perut dan harus segera berlari ke kamar mandi. Jadi, apa yang bisa anda lakukan untuk menghindarinya atau menghilangkannya ketika gejala tersebut muncul?

  • Atur intensitas latihan anda. Mual umumnya terjadi pada latihan dengan intensitas tinggi, dimana tuntutan persaingan untuk aliran darah berada pada titik maksimal. Dan apabila anda masih baru dalam berolahraga, dilakukan peningkatan intensitas secara bertahap untuk membantu meminimalisir kemungkinan timbulnya gangguan GI.
  • Ubah latihan anda. Beberapa bukti menunjukkan bahwa olahraga tertentu seperti bersepeda, menempatkan tubuh anda pada posisi yang memungkinkan timbulnya masalah pada perut anda. Cobalah melakukan berbagai bentuk latihan atau kombinasi jenis latihan untuk mencapai target kebugaran anda sambil meminimalisir rasa tidak nyaman akibat latihan yang anda lakukan. Pastikan untuk selalu melakukan pemanasan dan pendinginan dengan benar untuk mencegah perubahan cepat metabolisme tubuh anda
  • Ubah apa yang anda makan dan minum. Tetap terhidrasi! Anda mungkin pernah mendengar hal ini sebelumnya, tetapi minum yang cukup adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah timbulnya masalah GI selama dan setelah anda berolahraga, terutama di lingkungan yang panas dan lembab. Ada kemungkinan juga anda malah menjadi overhidrasi (terlalu banyak cairan). Minum air sekitar setengah liter setiap jam, termasuk juga minuman olahraga yang rendah karbohidrat dan rendah kandungan natrium untuk latihan dengan intensitas tinggi. Mungkin dibutuhkan eksperimen pada jenis makanan yang berbeda dan jarak waktu untuk tubuh mencerna makanan untuk mencari tahu apa yang terbaik bagi anda dan pencapaian tujuan latihan anda. Anda juga dapat mengkonsumsi makanan seperti jahe, krupuk atau air kelapa yang mungkin dapat membantu menenangkan perut anda.

Peringatan: kapan harus mencari bantuan

Walaupun rasa mual akibat berolahraga bukanlah sesuatu yang hal menyenangkan, secara umum gejala tersebut bukanlah masalah kesehatan yang utama. Karena biasanya gejala tersebut akan hilang dalam waktu sekitar satu jam setelah olahraga berakhir. Tetapi jika gejala tersebut berlangsung dalam waktu yang lama setelah olahraga atau setiap kali anda melakukan latihan, tidak ada salahnya jika anda berkonsultasi pada dokter anda.

Terkadang gejala GI selama atau setelah olahraga dapat pula menyebabkan muntah. Jika anda mengalaminya, kemungkinan anda akan merasa lebih baik setelahnya tetapi anda harus segera minum dan makan untuk mengganti nutrisi yang hilang.

Jika anda sedang mencari jenis latihan atau ingin meningkatkan intensitas latihan anda, ada baiknya anda meminta saran pada pelatih profesional yang dapat memberitahukan apa yang anda butuhkan.

Ahli fisiologis olahraga atau pelatih pribadi yang bersertifikat dapat memberitahukan anda program latihan dengan intensitas yang sesuai, dan ahli gizi yang terdaftar dapat memberikan saran tentang kebutuhan dan strategi gizi untuk anda. Dan penyedia perawatan primer dapat membantu anda untuk menyaring masalah medis yang lebih serius yang mungkin yang berhubungan dengan aktivitas olahraga anda.


Anne R. Crecelius, Associate Professor of Health and Sport Science, University of Dayton

The Conversation